Rabu, 16 Mei 2012

Kangen Rumah, Kangen Samarinda, Kangen Kamu (dan juga Kamu) yang ada disana

setelah sekian lama berkutat dengan kuliah dan kebuntuan ide untuk mengisi blog ini, akhirnya saya memutuskan kembali untuk menulis, ya seenggaknya ada yang bisa diisi untuk long weekend minggu ini :)

udah hampir 2 tahun di jogja, biasanya ga pernah sekangen ini sama yang namanya kota Samarinda. selama hampir 2 tahun, saya memang lebih memilih untuk tinggal di jogja lebih lama, walaupun pada akhirnya memutuskan pulang demi permintaan orang tua dan mengingat kekuatan finansial orang tua yang terbatas. malas rasanya pulang ke Samarinda, selain jalan yang ditempuh melelahkan (satu setengah jam menggunakan pesawat dan dua setengah jam lewat jalan darat), setelah sampai disana, tidak ada yang bisa dikerjakan, memang, terkadang saya diperbantukan untuk mengurus restoran milik papa, tapi ya sebatas itu.

perubahan terjadi ketika ada dua gadis, keduanya sedang dekat denganku, dengan status yang berbeda. gara-gara kedua gadis ini (selain tentu saja aku kangen keluargaku), aku berniat untuk pulang ke Samarinda secepat mungkin, kalau bisa setelah UAS, tetapi hal itu bisa aja ga terjadi karena ada rencana untuk ikut serta dalam persiapan ospek mahasiswa baru. anyway, walaupun menggunakan alasan kedua gadis tersebut memang berpengaruh (karena pasti pulang ke Samarinda) tapi kalo kedua gadis ini ga dekat denganku dalam 5 bulan terakhir, aku ga bakal kangen dan punya niatan untuk pulang lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya.

perlukah saya bercerita tentang kedua gadis ini? mungkin untuk saat ini belum saatnya, tapi jika waktunya tepat pasti bakalan diceritain kok :)

untuk menutup tulisan yang ngawur ini, saya ingin mengutip banyak pejabat Kalimantan Timur terutama Samarinda yang selalu mengutarakan ini kepada para tamu yang berasal dari luar daerah atau luar negeri.

"kalo sudah minum air (sungai) mahakam, biasanya orang itu pasti akan kembali ke Kal-Tim"

Salam Optimis!

Rabu, 29 Februari 2012

Skala Prioritas: Ketika Bingung Menentukan Pilihan

Dalam suatu kesempatan, saya dihadapkan dengan beberapa pilihan mengenai kegiatan-kegiatan yang saya ikuti. Semua menurut saya penting, tetapi jika dijalankan semua, waktu saya akan terbuang sia-sia, karena kegiatan-kegiatan tersebut tidak memiliki keuntungan yang terlalu signifikan Hal ini kemudian membuat saya bingung, karena akan menjadi serba salah ketika saya kemudian melakukan semua kegiatan tetapi hanya setengah dari kemampuan saya yang dapat saya berikan untuk masing-masing kegiatan tersebut, dan ketika saya kemudian memilih beberapa kegiatan saja, padahal kegiatan lainnya mungkin akan memiliki manfaat yang akan jauh lebih besar.

Orangtua (termasuk Papa) saya kemudian mengajarkan bagaimana membuat skala prioritas. Dengan skala prioritas, saya dapat menentukan mana kegiatan yang paling penting diantara beberapa kegiatan yang ingin saya ikuti, kemudian menjalani kegiatan dengan skala prioritas yang tinggi, dan melepaskan kegiatan dengan skala prioritas yang rendah. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang saya ambil dapat diambil manfaatnya semaksimal mungkin.

Apa itu skala prioritas? Skala prioritas adalah daftar urutan mengenai kepentingan manusia yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Skala prioritas berfungsi sebagai sarana untuk menentukan pilihan dari beberapa opsi yang kita miliki. Contoh diatas merupakan salah satu dari banyak contoh mengenai penggunaan skala prioritas. Penggunaan skala prioritas yang lainnya adalah ketika kita ingin membeli suatu barang (contoh: buku, laptop, televisi, kulkas).

Dalam membeli suatu barang, kita dihadapkan kepada sedikitnya dana yang kita miliki, sehingga kemudian kita harus menentukan barang mana yang akan kita beli terlebih dahulu. Pasti, pada saat kita memikirkan barang mana yang paling penting diantara barang-barang yang penting tersebut, akan ada kebingungan ketika kita merasa bahwa semua barang itu paling penting diantara barang-barang lainnya. Nah, disinilah skala prioritas digunakan. Dengan skala prioritas, kita dapat menentukan, apakah barang A sangat saya perlukan sekarang atau mungkin barang B belum urgen untuk digunakan sekarang sehingga dapat dibeli di lain waktu dst.

Pada intinya, skala prioritas memudahkan kita dalam menentukan pilihan yang sekiranya dianggap sulit. Skala prioritas juga membantu kita untuk menyadari, bahwa pilihan-pilihan yang kita miliki mempunyai urgensi yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan kita saat itu.

Sekian untuk skala prioritas, karena saya menulisnya, mungkin mulai saat ini saya harus membuat skala prioritas  terhadap beberapa masalah yang sedang dihadapi.

Salam Optimis!

Selasa, 28 Februari 2012

Pembukaan

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog dikarenakan macetnya ide dan banyaknya kesibukan selama setahun menjalani perkuliahan, akhirnya saya kembali nge-blog, tetapi dengan akun baru dan nama baru. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah saya dalam mengakses akun blog saya yang terintegrasi dengan akun Google yang saya miliki. Blog yang terdahulu masih bisa dibuka, tetapi, dengan alasan mempermudah, blog itu saya diamkan sementara sembari menunggu keputusan saya untuk menghapus blog itu atau tidak.

Blog yang satu ini masih saya beri nama sesuai nama lengkap saya, karena saya orangnya simpel dan tidak terlalu memusingkan masalah nama blog selama nama itu tidak dipakai orang lain atau dilarang oleh Google sebagai pemilik "aplikasi" Blogger ini. Untuk judul, saya memilih judul "Optimis itu Berbuah Manis". Judul ini saya pilih karena selama setahun saya kuliah di Yogyakarta, banyak hal-hal yang saya jalani dengan optimisme selalu berakhir dengan hal-hal yang baik bagi saya dan orang lain.

Sejak pertama menyadari bahwa dengan optimis (dan ditambah dengan doa dan usaha) dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan akan menghasilkan hal-hal yang positif dan berguna, saya selalu mencantumkan optimisme saya sebagai langkah awal dalam melakukan pekerjaan, sehingga saya siap dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Untuk isi blog ini, kemungkinan akan membahas mengenai pendapat-pendapat (entah itu serius, konyol atau mungkin nggak masuk akal) dari hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari saya serta beberapa isu-isu yang berkembang di sekitar saya, baik dalam kampus, di kota Samarinda dan Yogyakarta, di Indonesia, maupun dalam politik global. Politik global saya masukkan ke dalam blog ini karena saya merupakan mahasiswa Hubungan Internasional yang memiliki keinginan untuk memberikan pendapat (sebisa mungkin serius dan kritis) mengenai isu-isu politik global yang hangat diperbincangkan dalam media massa, dalam diskusi-diskusi kecil dengan teman-teman maupun dalam kelas-kelas yang saya ikuti.

Akhir kata, semoga blog ini dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang yang membacanya, dan semoga saya mempunyai waktu luang yang cukup untuk selalu mengisi blog ini.

Salam Optimis!